Minggu, 05 Juli 2015

Batik Cirebon – Rimowa Donasikan Hasil Lelang 9 Koper Untuk Museum Batik Yogyakarta

Batik Cirebon - Juga sebagai bentuk kepedulian sosial, produsen koper asal Jerman, Rimowa mengadakan Handmade Meets High-Tech, yaitu malam pameran 9 koper classic yang berpadu dengan warisan budaya Indonesia serta lelang amal di Mall Pacific Place, Atrium Ground Floor, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Grup COO Metroxgroup, Ruby Sjabana menyampaikan acara ini diselenggarakan juga sebagai bentuk kepedulian serta penghargaan Rimowa pada warisan budaya Indonesia. Handmade Meets High-Tech sendiri bermakna sembilan koper yang di buat dengan tehnologi tinggi namun tak melepas unsur kebiasaan.

Batik Cirebon - "Koper ini di buka dengan harga Rp19 juta sampai Rp20 juta. Beberapa kolektor serta partisipan dapat mengawali isi form lelang mulai sejak jam 20. 00 WIB. Kesembilan koper juga ini bakal jadi hanya satu didunia, " kata Ruby.

Sembilan ikonik koper Topas ini di desain serta dikurasikan dengan cara exclusive dengan sentuhan kekayaan elemen budaya Indonesia oleh seniman Iwet Ramadhan serta Kemal Ezedine. Ada tema Batik Beautiful Sorrow, Pura Ulun Danu, Kecak, Barong, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Wayang Kulit, Garuda Wisnu Kencana serta Cendrawasih.

Lelang yang berjalan sepanjang 60 menit itu menghimpun dana sebesar Rp63. 898. 200. Sedang untuk perolehan harga tertinggi pada koper bertopik Beautiful Sorrow sebesar Rp41. 000. 000 karya Iwet Ramadhan.

Juragan Batik - Hasil itu bakal didonasikan untuk Museum Batik Yogyakarta yang didirikan pertama kalinya pada 1973 oleh Hadi Nugroho and R. Ng. Jumima Dewi Sukaningsih. Museum batik ini adalah museum pertama serta terlengkap di Yogyakarta.

Iwet Ramadhan menyampaikan Beautiful Sorrow sendiri terbagi dalam dua unsur yaitu Batik Kelengan serta sulaman dengan simbol-simbol hewan bewarna merah. Beautiful sorrow menurut Iwet yaitu lambang duka cita yang mendalam.

"Namun dari tema ini sesungguhnya saya ingin mengemukakan bahwa tiap-tiap di balik rasa sedih ada suka ria yang bakal menyongsong, maka dari itu saya tentukan warna merah untuk sulamannya lantaran mempunyai makna cinta kasih, usia panjang serta semuanya yang baik yang lain, " kata Iwet

Iwet mengakui dianya yang ajukan donasi ini untuk Museum Batik Yogyakarta. Hal semacam ini berdasar pada pengalaman Iwet saat lakukan penelitian untuk suatu tulisannya disana.

Menurut dia, koleksi batik yang ada di museum itu sangatlah komplit dengan penjaga museum yang dapat menceritakan detil cerita di balik suatu batik. Diluar itu museum itu juga dilengkapi dengan workshop yang mana pengunjung bisa lakukan aktivitas membatik.

"Sayang banget museum ini kurang menonjolkank serta perawatan. Saya hanya mikir bila lama-lama museum ini dilewatkan serta tak memperoleh perhatian yang baik akan percuma pendiri yang telah bangun museum ini, " tutur Iwet. ( Batik Cirebon )

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar